Menu

Mode Gelap
DPP ISAD Aceh 2025–2030 Dikukuhkan, Tgk Mustafa Husen Woyla Lanjutkan Kepemimpinan Hafiz Rayyan Tampil Gemilang, Sabet Dua Penghargaan Sekaligus di Malam Puncak Agam Inong Aceh Utara 2026 Saidul Qausar dan Mutmainnah Dinobatkan sebagai Agam Inong Aceh Utara 2026 Pemko Lhokseumawe Gelar Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Pendidikan Berbasis Karakter Konvoi SJ 410 meriahkan pengukuhan Ketua Chapter Lhokseumawe May Day 2026 di Banda Aceh, Buruh Desak Kenaikan UMP dan Penghapusan Outsourcing

Aceh

May Day 2026 di Banda Aceh, Buruh Desak Kenaikan UMP dan Penghapusan Outsourcing

badge-check


					Ratusan buruh menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Banda Aceh, Jumat (1/5/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kenaikan UMP dan penghapusan sistem outsourcing. Foto: Ist Perbesar

Ratusan buruh menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Banda Aceh, Jumat (1/5/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kenaikan UMP dan penghapusan sistem outsourcing. Foto: Ist

Banda Aceh — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 di Banda Aceh diwarnai dengan berbagai tuntutan dari kalangan pekerja. Isu utama yang mengemuka adalah desakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh secara signifikan setiap tahun.

Perwakilan buruh Aceh, Tgk Syaiful Mar, menyatakan bahwa kebijakan pengupahan di Aceh tidak dapat disamakan dengan provinsi lain. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006.

“Aceh memiliki kekhususan. Karena itu, kebijakan ketenagakerjaan, termasuk penetapan upah, harus mempertimbangkan kondisi daerah,” ujarnya dalam orasi, Jumat (1/5/2026).

Selain kenaikan UMP, buruh juga menuntut penghapusan sistem kerja outsourcing yang dinilai merugikan pekerja. Mereka meminta pemerintah dan pengusaha menghadirkan perlindungan kerja yang lebih adil, khususnya bagi pekerja di sektor usaha kecil dan menengah yang mendominasi perekonomian Aceh.

Buruh turut menyoroti keberadaan ribuan perusahaan di Aceh yang dinilai belum berdampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Berdasarkan data yang disampaikan dalam aksi, terdapat sekitar 6.664 perusahaan di Aceh.

Di sisi lain, buruh mendesak perusahaan untuk mematuhi ketentuan UMP Aceh tahun sebelumnya yang berada pada kisaran Rp3,9 juta. Mereka juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan aturan tersebut.

“Buruh sering kali takut melapor karena posisi yang lemah. Karena itu, pemerintah harus proaktif turun ke lapangan,” kata Syaiful.

Tak hanya diisi dengan aksi penyampaian aspirasi, peringatan May Day tahun ini juga dirangkai dengan kegiatan sosial, seperti donor darah yang melibatkan berbagai pihak. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas antarpekerja.

Buruh berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat lebih responsif terhadap persoalan ketenagakerjaan. Dengan demikian, Aceh diharapkan mampu menjadi contoh dalam perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja di tingkat nasional.

Baca Lainnya

DPP ISAD Aceh 2025–2030 Dikukuhkan, Tgk Mustafa Husen Woyla Lanjutkan Kepemimpinan

3 Mei 2026 - 17:13 WIB

Pengukuhan DPP ISAD Aceh periode 2025–2030 di Aula MPU Aceh, Sabtu (2/5/2026) malam.( Foto : HO )

Diaspora Aceh di Harrisburg Akuisisi Bekas Gereja, Jadi Meunasah Pertama di AS

30 April 2026 - 22:21 WIB

Warga diaspora Aceh membuka dan meninjau bangunan bekas gereja yang telah dibeli untuk dijadikan meunasah di kawasan Steelton, Harrisburg, Selasa (28/4/2026).

Audiensi di Jakarta, Mualem Apresiasi Dukungan Arab Saudi untuk Pendidikan Aceh

29 April 2026 - 18:44 WIB

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (kedua kiri), menyerahkan cendera mata kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, saat audiensi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan LIPIA di Banda Aceh serta peluang kerja sama di bidang pendidikan dan investasi. ( Foto : Dok. Humas Pemprov Aceh )

Aceh–UEA Bentuk Tim Bersama: Fokus pada Investasi, Perdagangan, dan Pembukaan Rute Penerbangan

28 April 2026 - 13:02 WIB

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) bertemu Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-Dhaheri membahas pembentukan tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan di kediaman Dubes UEA yang berada di Kuningan Timur, Senin 28 April 2026 (Foto: Humas Setda Aceh)

Murdani Yusuf Akan Laporkan Ade Armando dan Abu Janda, Terkait Video Diduga Terpotong Jusuf Kalla

26 April 2026 - 13:54 WIB

Koordinator Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh, Murdani Yusuf memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana melaporkan Ade Armando dan Permadi Arya
Trending di Aceh