Pennsylvania – Komunitas diaspora Aceh di Harrisburg, Pennsylvania, mencatat tonggak baru dengan memiliki meunasah pertama di Amerika Serikat. Bangunan yang diperoleh merupakan bekas gereja yang dibeli dan akan dialihfungsikan sebagai pusat kegiatan ibadah serta sosial budaya.
Pembelian dilakukan oleh komunitas yang tergabung dalam Aceh Community Center (ACC) pada Selasa (28/4/2026). Upaya ini menjadi jawaban atas kebutuhan ruang ibadah tetap bagi warga Aceh yang selama ini beraktivitas secara berpindah-pindah.
Presiden ACC, Musdar Arsyad, menyebut kehadiran meunasah tersebut memiliki makna lebih dari sekedar kepemilikan aset.
“Tempat ini diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus ruang memperkuat kebersamaan diaspora Aceh,” ujarnya.
Bangunan yang dibeli merupakan eks gereja United Methodist Church yang berlokasi di kawasan Steelton. Properti itu diperoleh dengan nilai sekitar 52.000 dollar AS. Secara administratif, status bangunan sebagai rumah ibadah dinilai mempermudah proses penyesuaian fungsi.
Meski demikian, kondisi fisik bangunan dilaporkan membutuhkan perbaikan. Komunitas berencana melakukan renovasi secara bertahap, terutama pada bagian interior, tanpa mengubah struktur utama. Penyesuaian akan mencakup arah kiblat, fasilitas wudhu, serta ruang salat dan kegiatan keagamaan lainnya.
Menurut Musdar, pembelian meunasah ini merupakan hasil gotong royong diaspora Aceh, baik yang berada di Harrisburg maupun di wilayah lain di Amerika Serikat.
“Ini menjadi milik bersama seluruh warga Aceh di perantauan,” katanya.
Selain kontribusi internal komunitas, dukungan juga datang dari diaspora Aceh di sejumlah negara bagian lain, termasuk New Jersey. Hingga kini, komunitas masih menggalang dana tambahan untuk mendukung proses renovasi dan pengembangan fasilitas.
Keberadaan meunasah tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, serta pelestarian budaya bagi generasi diaspora Aceh yang lahir dan tumbuh di luar negeri.






