Menu

Mode Gelap
Wakil Wali Kota Lhokseumawe Hadiri Wisuda UIN Sultanah Nahrasiyah Angkatan XII, 760 Lulusan, Kampus Raih Akreditasi Unggul Audiensi di Jakarta, Mualem Apresiasi Dukungan Arab Saudi untuk Pendidikan Aceh Bunda PAUD Lhokseumawe Lakukan Monitoring ke Sejumlah Tempat Penitipan Anak Aceh–UEA Bentuk Tim Bersama: Fokus pada Investasi, Perdagangan, dan Pembukaan Rute Penerbangan Dorong Modernisasi Pertanian, Wali Kota Lhokseumawe Salurkan 16 Unit Traktor Roda Dua dan 17 Unit Hand Sprayer RSUD Cut Meutia Sukses Tangani Persalinan Kembar Tiga dari Ibu dengan Riwayat Hipertensi lewat Operasi Sesar

Aceh

Provinsi Jateng dan Aceh Perkuat Kolaborasi, Teken Kerja Sama Rp1,06 Triliun di Berbagai Sektor

badge-check


					Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kiri) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) usai penandatanganan kerja sama antardaerah di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026). Kesepakatan senilai Rp1,06 triliun ini mencakup berbagai sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua provinsi. Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kiri) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kanan) usai penandatanganan kerja sama antardaerah di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026). Kesepakatan senilai Rp1,06 triliun ini mencakup berbagai sektor strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua provinsi.

Banda Aceh — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh resmi memperkuat kerja sama antardaerah melalui penandatanganan kesepakatan di berbagai sektor dengan nilai total mencapai Rp1,06 triliun.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026).

Kesepakatan kerja sama tersebut berlaku selama satu tahun sejak ditandatangani.

Kerja sama ini mencakup sejumlah skema, mulai dari antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga asosiasi dunia usaha serta pemerintah kabupaten.

Pada level OPD, kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jateng dan Aceh bernilai Rp138,56 miliar. Sejumlah instansi yang terlibat di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.

Sementara itu, kerja sama antar BUMD menjadi porsi terbesar dengan nilai Rp696,2 miliar. Kolaborasi ini melibatkan PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) dan PT Jateng Petro Energi (JPEN) bersama PT Pembangunan Aceh (PEMA), serta kerja sama perbankan antara Bank Jateng dan Bank Syariah Aceh.

Di sektor dunia usaha, kerja sama antara Kadin dan Hipmi kedua provinsi mencapai Rp230 miliar. Sedangkan kerja sama antar kabupaten, yakni Klaten dan Gayo Lues, bernilai Rp1 miliar dengan fokus pada sektor pariwisata, budaya, dan industri.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut kerja sama ini sebagai bentuk penguatan kolaborasi berbasis business to business (B to B) yang melibatkan OPD, BUMD, hingga pelaku usaha.

“Nilainya sekitar Rp1,06 triliun. Ini menjadi potensi awal yang bisa terus dikembangkan di masing-masing daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, skema kerja sama antardaerah ini merupakan bagian dari konsep collaborative governance, di mana daerah saling melengkapi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai Jawa Tengah memiliki kapasitas besar, baik dari sisi ekonomi maupun tata kelola pemerintahan.

“Kerja sama ini diharapkan memberi motivasi bagi kami untuk terus membangun Aceh. Ke depan, komunikasi terutama di bidang perdagangan dan aparatur akan lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Melalui kesepakatan ini, kedua provinsi berharap dapat memperluas peluang investasi, memperkuat ekonomi daerah, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih merata di Jawa Tengah dan Aceh.

Baca Lainnya

Audiensi di Jakarta, Mualem Apresiasi Dukungan Arab Saudi untuk Pendidikan Aceh

29 April 2026 - 18:44 WIB

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (kedua kiri), menyerahkan cendera mata kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, saat audiensi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan LIPIA di Banda Aceh serta peluang kerja sama di bidang pendidikan dan investasi. ( Foto : Dok. Humas Pemprov Aceh )

Aceh–UEA Bentuk Tim Bersama: Fokus pada Investasi, Perdagangan, dan Pembukaan Rute Penerbangan

28 April 2026 - 13:02 WIB

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) bertemu Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-Dhaheri membahas pembentukan tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan di kediaman Dubes UEA yang berada di Kuningan Timur, Senin 28 April 2026 (Foto: Humas Setda Aceh)

Murdani Yusuf Akan Laporkan Ade Armando dan Abu Janda, Terkait Video Diduga Terpotong Jusuf Kalla

26 April 2026 - 13:54 WIB

Koordinator Masyarakat Sipil Peduli Kemanusiaan Aceh, Murdani Yusuf memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana melaporkan Ade Armando dan Permadi Arya

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Desak KKP Percepat Pengerukan Muara

24 April 2026 - 21:17 WIB

Gubernur Aceh menyampaikan arahan saat membuka Musrenbang RKPA 2027 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (23/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan pascabencana, termasuk rehabilitasi infrastruktur, dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Wali Nanggroe: Persatuan Rakyat Aceh Jadi Fondasi Kemajuan Daerah

24 April 2026 - 12:35 WIB

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar, menerima audiensi perwakilan ulama muda Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu (22/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan demi mendukung pembangunan Aceh. (Dok. Humas Wali Nanggroe)
Trending di Aceh