Menu

Mode Gelap
Wakil Wali Kota Lhokseumawe Hadiri Wisuda UIN Sultanah Nahrasiyah Angkatan XII, 760 Lulusan, Kampus Raih Akreditasi Unggul Audiensi di Jakarta, Mualem Apresiasi Dukungan Arab Saudi untuk Pendidikan Aceh Bunda PAUD Lhokseumawe Lakukan Monitoring ke Sejumlah Tempat Penitipan Anak Aceh–UEA Bentuk Tim Bersama: Fokus pada Investasi, Perdagangan, dan Pembukaan Rute Penerbangan Dorong Modernisasi Pertanian, Wali Kota Lhokseumawe Salurkan 16 Unit Traktor Roda Dua dan 17 Unit Hand Sprayer RSUD Cut Meutia Sukses Tangani Persalinan Kembar Tiga dari Ibu dengan Riwayat Hipertensi lewat Operasi Sesar

Lhokseumawe

Bunda PAUD Lhokseumawe Lakukan Monitoring ke Sejumlah Tempat Penitipan Anak

badge-check


					Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, melakukan monitoring ke sejumlah Tempat Penitipan Anak (TPA), Selasa 28 April 2026. (dok/humas). Perbesar

Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, melakukan monitoring ke sejumlah Tempat Penitipan Anak (TPA), Selasa 28 April 2026. (dok/humas).

Lhokseumawe — Temuan sejumlah kekurangan dalam pengelolaan Tempat Penitipan Anak (TPA) di Lhokseumawe memunculkan peringatan serius terkait perlindungan anak usia dini. Monitoring yang dilakukan Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, pada Selasa (28/4/2026), mengungkap masih adanya celah pada aspek perizinan, keamanan, hingga sistem pengawasan.

Kunjungan ke TPA Nurul Iman dan TPA Annasya Adrena menunjukkan bahwa standar layanan pengasuhan belum sepenuhnya terpenuhi. Padahal, keberadaan TPA semakin krusial di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penitipan anak yang aman dan profesional.

Dalam peninjauan tersebut, Yulinda Sayuti memeriksa langsung kondisi ruang bermain, fasilitas sanitasi, serta kelayakan lingkungan. Ia juga menaruh perhatian pada pola interaksi antara pengasuh dan anak guna memastikan tidak adanya praktik kekerasan.

Selain itu, aspek administratif seperti kelengkapan izin operasional, rasio pengasuh terhadap anak, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) turut menjadi fokus pemeriksaan. Hasilnya, sejumlah kelemahan masih ditemukan pada beberapa aspek tersebut.

“Ini menyangkut keselamatan anak. Tidak ada ruang untuk kompromi. Seluruh lingkungan harus benar-benar aman, pengawasan harus ketat, dan setiap pengasuh wajib memahami tanggung jawabnya,” ujar Yulinda.

Temuan ini tidak hanya mencerminkan kondisi di tingkat lokal, tetapi juga menggambarkan tantangan yang lebih luas dalam pengelolaan layanan penitipan anak. Di berbagai daerah, pengawasan terhadap TPA kerap menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan standar operasional yang diterapkan hingga minimnya kontrol berkala.

Di sisi lain, meningkatnya partisipasi orang tua dalam dunia kerja mendorong kebutuhan terhadap layanan penitipan anak yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga menjamin aspek keamanan dan kualitas pengasuhan. Dalam konteks ini, TPA tidak sekedar menjadi tempat penitipan, melainkan bagian dari ekosistem perlindungan anak.

Karena itu, penguatan regulasi dan pengawasan menjadi kunci. Pemerintah daerah dituntut tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga memastikan adanya pembinaan berkelanjutan serta penegakan standar yang konsisten di seluruh TPA.

Yulinda Sayuti menegaskan, perbaikan harus segera dilakukan oleh pengelola TPA tanpa menunggu waktu lama. Pemerintah Kota Lhokseumawe juga akan kembali melakukan monitoring untuk memastikan tindak lanjut berjalan sesuai harapan.

“Kami akan turun kembali untuk memastikan semua sudah diperbaiki. Ini komitmen kita bersama, tidak boleh ada lagi celah yang membahayakan anak,” katanya.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah memperkuat sistem perlindungan anak di tingkat daerah. Tanpa pengawasan yang ketat dan standar yang jelas, risiko terhadap keselamatan anak di lingkungan penitipan akan terus membayangi.

Dalam jangka panjang, pembenahan TPA tidak hanya soal pemenuhan administrasi, tetapi juga menyangkut pembangunan kepercayaan publik terhadap layanan pengasuhan anak. Bagi orang tua, keamanan dan kenyamanan anak tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Baca Lainnya

Wakil Wali Kota Lhokseumawe Hadiri Wisuda UIN Sultanah Nahrasiyah Angkatan XII, 760 Lulusan, Kampus Raih Akreditasi Unggul

29 April 2026 - 20:41 WIB

Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., menyampaikan sambutan saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) Angkatan XII UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di Gedung Serbaguna, Rabu (29/4/2026).

Dorong Modernisasi Pertanian, Wali Kota Lhokseumawe Salurkan 16 Unit Traktor Roda Dua dan 17 Unit Hand Sprayer

28 April 2026 - 01:40 WIB

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., saat menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa 16 unit traktor roda dua dan 17 unit hand sprayer kepada kelompok tani, Senin (27/4/2026), sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian. (Foto : Dok. Pemko Lhokseumawe)

Pemko Lhokseumawe Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke XXX Tahun 2026

27 April 2026 - 14:07 WIB

Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin (27/04/2026).(Foto : Dok. Pemko Lhokseumawe )

PAG dan KSOP Lhokseumawe Teken Kerja Sama TUKS hingga 2030, Perkuat Operasional LNG Berstandar Global

26 April 2026 - 13:21 WIB

Penandatanganan kerja sama penggunaan perairan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) antara PT Perta Arun Gas dan KSOP Kelas IV Lhokseumawe di Plant Site PAG, Lhokseumawe, Kamis (16/4/2026). Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kelancaran operasional, keselamatan pelayaran, serta distribusi energi nasional.

Wali Kota Lhokseumawe Salurkan 1,1 Juta Benur Udang Vaname untuk Pemulihan Tambak Terdampak Banjir

25 April 2026 - 21:07 WIB

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, bersama Ketua Forikan Yulinda Sayuti menyerahkan bantuan benur udang vaname kepada kelompok pembudidaya “Jak U Neuheun” di Gampong Tunong, Kecamatan Blang Mangat, Sabtu (25/4/2026). Bantuan sebanyak 554 kemasan atau 1.115.200 ekor benur tersebut merupakan upaya pemulihan tambak warga yang terdampak banjir.
Trending di Lhokseumawe