Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe menyalurkan bantuan benur udang vaname kepada kelompok pembudidaya “Jak U Neuheun” di Gampong Tunong, Kecamatan Blang Mangat, Sabtu (25/6/2026).
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor tambak yang terdampak banjir pada November 2025.
Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H, menyerahkan bantuan tersebut bersama Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti. Bantuan berasal dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee.
Sebanyak 554 kemasan benur, setara 1.115.200 ekor, disalurkan kepada kelompok yang beranggotakan 13 orang dengan Ketua Junaidi.
Kawasan tambak di Gampong Tunong sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir besar. Lumpur menimbun sebagian besar tambak sehingga tidak dapat digunakan.
Sayuti Abubakar mengatakan pemerintah kota Lhokseumawe terus mendorong percepatan penanganan dampak bencana. Menurut dia, sektor tambak merupakan sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
“Persoalan ini sudah berulang kali kami sampaikan ke pemerintah pusat agar segera ditangani. Ini menyangkut mata pencaharian warga. Semakin cepat dipulihkan, semakin cepat pula ekonomi masyarakat bergerak,” kata Sayuti.
Ia juga mengapresiasi dukungan BPBAP Ujung Batee yang telah menyalurkan bantuan benur kepada masyarakat Lhokseumawe.
“Bantuan ini sangat berarti dalam proses pemulihan ekonomi warga,” ujarnya.
Pemerintah kota Lhokseumawe, lanjut Sayuti Abubakar, telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung revitalisasi tambak dan sawah terdampak. Selain itu, koordinasi dengan kementerian terkait juga terus dilakukan, termasuk pembahasan langsung dengan menteri dan direktur jenderal.
Menurut data pemerintah, luas tambak yang terdampak bencana di Lhokseumawe mencapai sekitar 348,2 hektare dan tersebar di empat kecamatan.
Sayuti Abubakar mengingatkan penerima bantuan agar memanfaatkan benur untuk budidaya dan tidak diperjualbelikan.
“Ini untuk menghidupkan kembali usaha tambak,” katanya.
Penyaluran bantuan ditandai dengan penebaran benur secara simbolis di salah satu tambak milik kelompok pembudidaya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan Cut Elya Safitri, perwakilan BPBAP Ujung Batee, Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe Julianti, Camat Blang Mangat Achmad Faisal Daulay, serta sejumlah unsur terkait lainnya.






