Aceh Utara – Afrizal Zikri resmi terpilih sebagai Ketua Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) Wilayah Lhokseumawe–Aceh Utara melalui forum musyawarah wilayah yang berlangsung demokratis dan partisipatif.
Musyawarah tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan organisasi di tengah dinamika sosial dan politik. Proses pemilihan berlangsung dinamis, diwarnai pertukaran gagasan serta kritik konstruktif terkait arah gerakan mahasiswa ke depan.
Dalam forum itu, peserta mengangkat tema “Ke Mana Arah Organisasi Revolusioner?” sebagai ruang refleksi terhadap kondisi gerakan mahasiswa yang dinilai kerap terjebak pada simbolisme tanpa aksi nyata.
Dalam pernyataannya, Afrizal Zikri menegaskan bahwa organisasi yang mengusung semangat revolusioner harus memiliki arah yang jelas serta tidak terkooptasi oleh kepentingan kekuasaan maupun elit tertentu. Ia menekankan pentingnya keberpihakan terhadap rakyat dan penguatan basis massa sebagai fondasi utama gerakan.
“Arah organisasi revolusioner tidak boleh kabur. Harus jelas melawan ketidakadilan, membongkar struktur penindasan, serta hadir bersama rakyat,” tegas Afrizal Zikri, Sabtu (18/4/2026).
Ia juga mengajak seluruh elemen organisasi untuk membangun kesadaran kritis dan memperkuat konsolidasi gerakan agar tidak kehilangan orientasi perjuangan di tengah berbagai tantangan.
Terpilihnya Afrizal Zikri diharapkan menjadi titik awal pembaruan gerakan SMUR agar lebih terorganisir dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.
SMUR menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam memperjuangkan keadilan sosial di tengah masyarakat.






