Lhokseumawe — Pemerintah Pusat membuka Program Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) pemula tahun 2026 untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam memperluas kesempatan kerja serta mendorong lahirnya usaha mandiri di sektor informal.
Berdasarkan materi sosialisasi serta rujukan surat Direktorat Jenderal Bina Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Nomor: R-3.4/843/PK.03.00/III/2026, bantuan yang disalurkan meliputi:
* Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk pemula
* Program Padat Karya
Program Padat Karya difokuskan pada kegiatan yang mampu menyerap tenaga kerja secara cepat. Sementara itu, TKM bertujuan membantu masyarakat membangun usaha melalui dukungan modal dan pendampingan.
Melalui program ini, masyarakat yang kehilangan penghasilan diharapkan dapat kembali produktif dan mandiri secara ekonomi.
Program ini ditujukan bagi:
* Masyarakat terdampak bencana
* Pengangguran
* Pekerja sektor informal
* Pelaku usaha mikro
Selain bantuan ekonomi, peserta juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan serta pendampingan usaha.
Masyarakat dapat mengakses petunjuk teknis melalui tautan: bit.ly/TKM_padatkarya2026.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui Bizhub Kemnaker, platform resmi layanan kewirausahaan dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe menyediakan layanan Ruang Konsultasi Online Naker (RUKON) untuk membantu proses pendaftaran dan pendampingan peserta.
Seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program ini.
Pemerintah Kota Lhokseumawe turut mendukung pelaksanaan program ini sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi daerah.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat kembali bekerja, membuka usaha, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Program Padat Karya dan TKM 2026 menjadi langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja dan mendorong kemandirian usaha secara berkelanjutan.






