Aceh Utara — Dua mahasiswi Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Informatika, Universitas Malikussaleh (Unimal), Nura Dara Anrilva dan Tiara Ayu Wulandari, terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Google Indonesia.
Informasi tersebut merujuk pada rilis resmi kampus yang menyebutkan, seleksi program berlangsung ketat dengan jumlah pendaftar lebih dari 81.000 orang dari sekitar 1.900 perguruan tinggi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 peserta dinyatakan lolos.
Dalam program ini, Nura dan Tiara mengusung kampanye bertajuk “The Future is Now: Mengenal Gemini AI sebagai Asisten Pintar Masa Depan.” Kampanye tersebut berfokus pada pengenalan teknologi Gemini AI sebagai model kecerdasan buatan multimodal yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami materi kuliah, mendukung riset, serta meningkatkan produktivitas dalam kegiatan akademik dan organisasi.
“Kami melalui seleksi yang cukup ketat dengan jumlah pendaftar yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengenalkan teknologi seperti Gemini AI secara tepat agar dapat dimanfaatkan secara bijak dan inovatif,” ujar Nura Dara Anrilva, sebagaimana dikutip dari rilis resmi kampus.
Sebagai bagian dari program, keduanya berencana menggelar sejumlah kegiatan, antara lain diskusi publik, program goes to class, serta seminar literasi digital yang menitikberatkan pada etika penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan kampus.
Ketua Jurusan Informatika Unimal, Dr. Eng. Muhammad Fikry, S.Kom., M.Kom., menyatakan capaian tersebut mencerminkan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
“Ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu bersaing pada level nasional. Kami berharap peran mereka dapat mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi berbasis digital di lingkungan jurusan,” ujarnya.
Senada, Ketua Program Studi Teknik Informatika, Said Fadlan Anshari, S.Kom., M.Kom., menilai keterlibatan mahasiswa dalam program yang berafiliasi dengan Google Indonesia dapat memperkuat kompetensi, baik dari sisi teknis maupun nonteknis.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga kepemimpinan dan pengelolaan komunitas. Ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri,” kata Said.
Capaian ini menambah daftar partisipasi mahasiswa Unimal dalam berbagai program pengembangan talenta digital di tingkat nasional, seiring meningkatnya perhatian terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan pendidikan tinggi.






